Home / angkrang / kroto / pakan burung / 8 Tips Sukses Beternak Kroto dimasa pandemi

8 Tips Sukses Beternak Kroto dimasa pandemi

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi ide bisnis tentang cara budidaya kroto tanpa menggunakan pohon, bisnis ini sangat cocok dilakukan di rumah yang tidak terlalu luas tapi ingin tetap menghasilkan uang lewat usaha sampingan

8 Tips Sukses Beternak Kroto dimasa pandemi

berikut ini adalah tips yang penulis rangkum untuk mempermudah pembaca dalam berencana memulai budidaya kroto tanpa pohon :

  1. Mempersiapkan lokasi budidaya kroto
  2. Memilih bibit semut rangrang atau indukan kroto
  3. Berternak rangrang media bambu
  4. Berternak kroto media toples
  5. Berternak kroto media toples Besar
  6. Budidaya kroto media Pralon
  7. Pemberian Pakan semut rangrang
  8. Menanggulangi Hama dan Penyakit Budidaya Kroto

oke langsung saja kita bahas satu persatu

1. Mempersiapkan lokasi budidaya kroto

lokasi adalah salah satu hal utama jika kita ingin melakukan budidaya kroto, perlu diperhatikan lokasi terbaik untuk ternak kroto adalah dibawah pohon rindang. Misalnya pohon mangga atau Rambutan, hal ini disebabkan kroto mudah berkembangbiak di tempat yang teduh dan kelembapan udaranya baik, kroto tidak memerlukan banyak sinar matahari. kita dapat membuat tempat sederhana dibawah pohon, dan kita tetap membuat rak untuk ternak kroto tanpa pohon

Kroto sangat cocok dibudidaya di lokasi dataran menengah keatas, anda juga bisa memaksakan budidaya kroto di dataran rendah akan tetapi kemungkinan susah untuk menghasilkan kroto dikarenakan banyak kroto yang kering karena suhu yang terlalu panas. hal ini biasanya di siasati oleh peternak dengan meletakkan air dan kain basah bi bawah rak budidaya kroto. 



2. Memilih bibit semut rangrang yang atau indukan yang baik


semut rang rang biasanya memiliki seekor induk yang biasa disebut ratu, ratu ini ukurannya lebih besar dibandingkan dengan semut pekerja, akan tetapi kita bisa melakukan pembibitan ternak kroto tanpa ratu. kita dapat mengambil langsung dari pohon dan langsung meletakkan di rak pembibitan dengan menyediakan tempat bersarang bisa toples, bambu maupun pralon,

3. Berternah rangrang media bambu

setelah kita membuat rak yang dibawahnya digenangi air supaya kroto tidak pergi kemana - mana, langkah selanjutnya kita memilih media bersarang dari kroto itu sendiri, bambu adalah salah satu media yang mudah diadaptasi oleh semut rangrang sehingga lebih cepat menghasilkan kroto. akan tetapi kelemahan bambu adalah kita tidak bisa melihat kroto yang dihasilkan. penjelasan lebih lengkap bisa baca artkel ternak kroto media bambu

ternak kroto media bambu


4. Ternak Kroto Media Toples Kecil

kita dapat memanfaatkan toples bekas sosis untuk membuat sarang semut rang-rang, media toples ini cocok untuk bisnis pembibitan semut rangrang untuk dijual lagi sebagai bibit. hal ini dikarenakan dengan media yang kecil rangrang mudah berpisah dan akhirnya muncul ratu rangrang baru pada toples kecil tersebut. sehingga kita lebih cepat untuk mendapatkan hasil dengan menjual bibit semut kroto ini.

ternak kroto media toples sosis

ternak kroto di toples


5. Ternak Kroto media Toples ukuran besar

berbeda dengan toples bekas sosis, toples yang kita gunakan adalah toples besar berukuran diameter minimal 30cm, hal ini dimaksudkan untuk mempercepat produksi kroto, semakin besar tempat yang disediakan maka semut pekerja bisa lebih banyak dan dalam satu toples besar bisa terdapat beberapa ratu, metode ini sangat cocok untuk produksi kroto yang dijual atau dikonsumsi untuk ternak burung. karena potensi untuk menghasilkan kroto jauh lebih besar dibandingkan dengan media toples bekas sosis.


ternak kroto toples krupuk
ternak kroto media toples krupuk



6. Budidaya Kroto Media Pipa Pralon

Pipa pralon adalah solusi praktis untuk peternak kroto dikota, yang mungkin sulit untuk menemukan bambu, pipa pralon yang digunakan untuk budidara kroto minimas diamernya adalah diiameter 12 cm. ha ini dikarenakan jika lebih kecil dari itu suhu terlalu tinggi dan kelembapan juga tinggi, maksimal panjang pipa pralon adalah 50cm, tergantung kebutuhan, bisa di letakkan secara vertikal maupun horizontal.

7. Pemberian Pakan Semut Rangrang agar cepat menghasilkan Kroto

Pakan alami semut krangkang adalah serangga, ulat, burung dan bangkai, jadi kita bisa memberi pakan semut rangrang dengan jangkrik atau ulat hongkong, bisa juga kita memberi pakan kepala ikan bekas kita makan. pemberian pakan diusahan jangan terlalu banyak, karena semut rangrang tidak banyak makan akan tetapi lebih membutuhkan banyak minum. 

sedangkan untuk minuman semut rangrang agar cepat menghasilkan kroto adalah air gula, jangan terlalu manis dan jangan terlalu kental, usahakan jangan meletakkan air minum ditempat yang luas, dikarenakan bisa menyebabkan semut terjebak di dalam tempat minum dan akhirnya mati.

8. Menanggulkangi Hama Semut Rangrang

semut rangrang biasanya bermusuhan dengan semut hitam, nah semut hitam / semut gatal ini biasanya datang karena kita terlalu banyak menggunakan gula pada minuman semut rangrang, selain itu usahakan jauhkan rak budidaya kroto dengan tembok minimal 30cm dari tembok, jangan sampai mepet, hal ini ditujukan agar cicak dan tokek tidak tertarik dan masuk kedalam rak budidaya kroto kita, cicak biasanya sangat merepotkan karena sering sekali memakan semut pekerja. sehingga semut terus menerus berkurang dan bisa gagal panen.


untuk menanggulangi cicak kita dapat meletakkan lem tikus di dinding untuk memperangkap cicak, dan untuk menanggulangi semut biasanya di bagian bawah kaki rak dikasi oli.

Kesimpulan :
Beternak Kroto sebenarnya mudah, namun kita harus mengisolasi kroto agar tidak lari dan kita juga harus mengisolasi hewan lain masuk ke area ternak kroto. selain faktor makanan dan media ternak, suhu ruangan dan kelembapan  juga sangat mempengaruhi hasil budidaya kroto ini.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.