Home / padi / pertanian / tanaman pangan / Sistem SRI Tanam Benih Muda Lebih Hemat Hasil Melimpah

Sistem SRI Tanam Benih Muda Lebih Hemat Hasil Melimpah


Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tips trik mengenai pertanian menanam padi dengan menggunakan teknik System of Rice Intensification (SRI). seperti kita ketahui banyak petani menanam benihnya pada umur 20 sampai 30 hari setelah tanam


Secara konvensional benih padi dicabut kemudian diikat dan disebar ke seluruh pematang sawah sehingga membuat padi tersebut stres. Hal ini mengakibatkan banyak masalah pada tanaman yaitu asem-aseman dalam bahasa Jawa atau padi menjadi tidak sehat karena akarnya banyak yang mati membusuk. Menurut teori padi memiliki masa hidup selama 110 hari ya itu dibagi menjadi dua tahap 55 hari masa membuat anakan kemudian 50 hari kedepan adalah masa berbunga atau berbuah Jadi jika kita tanam padi pada umur 30 hari masa anakan hanya tersisa 20 hari jadi kemungkinan besar bisa lebih sedikit karena padi mengalami stres.

Stres tersebut disebabkan oleh perlakuan bertani konvensional yang mencabut padi pada umum yang sudah terlalu tua sehingga butuh waktu sekitar satu minggu untuk masa pemulihan atau penyembuhan. Sehingga waktu padi untuk membuat anakan itu hanya sekitar 13 hari saja. Dengan waktu yang lebih singkat pasti padi tersebut akan lebih sedikit memproduksi anakan dan lebih fokus untuk memperpanjang batang yang sudah ditanam. sehingga terlihat padi menghijau akan tetapi tidak memiliki banyak tunas baru ini tidak sangat tidak baik untuk hasil panen untuk para petani

Oleh karena itu pada sistem Sri diperlukan sebuah manajemen agar sehat atau disingkat dengan mas. Di mana akar adalah kunci pokok untuk membuat anak yang sangat yang lebih banyak daripada biasanya. Oleh karena itu pada sistem tanam Sri tanaman padi benihnya ditanam pada umur 7 sampai 15 hari idealnya 10 hari sehingga massa peranakan menjadi lebih panjang yaitu sekitar 35 sampai 45 hari, dengan adanya waktu peranakan yang sama yang panjang jadi akan tumbuh banyak tunas baru padi yang lebih subur daripada indukannya di mana tunas ini akan lebih produktif daripada tunas yang lama, Sehingga membuat potensi hasil panen lebih melimpah.

Pada prakteknya pada umur tanaman 40 hari sudah beranak lebat jadi kita dapat menstop air sehingga tanaman padi tidak lagi memproduksi anakan dan memulai produksi bunga dan buah. ada pengalaman yang sudah dilakukan balitbang dengan stop air pada waktu 40 hari padi sudah dapat menghasilkan 7,5 ton gabah kering per hektar. untuk hasil yang lebih maksimal dapat digunakan metode jajar legowo untuk menanam metode Sri jadi dapat digabungkan antara metode sri dengan metode jajar legowo, sehingga dapat menghasilkan efektivitas benih dan efektivitas lahan tentunya akan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi.

Dengan adanya tanam seri a petani akan lebih hemat dalam menyemai benih padi sehingga dapat dialokasikan untuk pupuk dan pestisida.

Keunggulan Metode Tanam SRI

1. Irit dalam penggunaan benih

Penggunaan benih dalam SRI (System of Rice Intensification) ini cukup hemat jika dibandingkan dengan menggunakan metode pola budidaya pada umumnya yang petani lakukan, penggunaan benih untuk metode SRI ini menggunakan benih sebanyak 5-7 kg/ha jauh jika dibandingkan dengan pola tanam biasa yang membutuhkan benih 25kg/ha.

2. Meningkatkan jumlah anakan

dengan menggunakan metode SRI pertumbuhan anakan menjadi meningkat bisa mencapai dua kali lipat, dengan menggunakan bibit yang hanya 1 batang perlubang bisa tumbuh anakan sekitar 40 sampai 50 per rumpun tanaman padi, jika dibandingkan dengan konvensional yang hanya 17 sampai 24 anakan yang tumbuh.

3. Meningkatkan potensi hasil

Banyak yang meneliti metode SRI (System of Rice Intensification) ini karena dengan menggunakan metode SRI ini bisa membantu meningkatkan potensi hasil panen, potensi panen jika menggunakan metode SRI bisa mencapai 10 ton/ha tergantung pada pemeliharaan dan kebutuhan unsur hara yang tersedia.

4. Irit penggunaan pupuk kimia

Ini yang menjadikan SRI (System of Rice Intensification) ini baik untuk tanah dan ekosistem, karena penggunaan pupuk kimia yang dikurangi dan diganti dengan menggunakan pupuk organik baik pemupukan saat pengolahan maupun pemupukan pada umur-umur tanaman tertentu.

5. Baik untuk lingkungan (tanah, air dan udara)

SRI (System of Rice Intensification) ini baik bagi lingkungan terutama pada tanah, tanah yang semula asam karena terlalu seringnya penggunaan pupuk urea yang berlebihan dengan menggunakan metode SRI membantu tanah menjadi netral kembali karena dalam metode SRI ini bisa dikatakan sebagai pertanian padi organik karena menggunakan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia yang diberikan

6. Meningkatkan rendemen beras

Jika metode SRI ini dilakukan secara berkelanjutan maka akan membantu meningkatkan kadar rendemen yang ada didalam beras, sehingga beras akan menjadi lebih kuat dan berbobot tinggi jika ditimbang dan tidak patah ketika digiling.

Prinsip budidaya padi organik SRI

  1. Tanaman bibit muda berusia kurang dari 7 sd 15 hari setelah semai ketika bibit masih berdaun 2 helai
  2. Bibit ditanam satu pohon perlubang dengan jarak minimal 25 cm persegi bisa dikondisikan
  3. Pindah tanam harus sesegera mungkin (kurang dari 30 menit) dan harus hati-hati agar akar tidak putus
  4. Penanaman padi dengan perakaran yang dangkal
  5. Pengaturan air, pemberian air maksimal 2 cm dan tanah tidak diairi secara terus-menerus sampai terendam dan penuh, namun hanya lembab (irigasi berselang atau terputus)
  6. Peningkatan aerasi tanah dengan penggemburan atau pembajakan
  7. Penyiangan sejak awal sekitar 10 hari dan diulang 2-3 kali dengan interval 10 hari
  8. Menjaga keseimbangan biota tanah dengan menggunakan pupuk organik


sekian artikel dari saya semoga bermanfaat salam mualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Diberdayakan oleh Blogger.