Peluang Usaha Ternak Sapi Perah Cepat Balik Modal


Sapi perah merupakan jenis sapi yang menghasilkan susu, dimana saat ini susu sapi sangat digemari oleh masyarakat. Selain diambil susunya, sapi perah juga bisa diambil dagingnya layaknya sapi pedaging. Maka dari itu, usaha ternak sapi terutama sapi perah ini cukup menjanjikan. Telah diketahui bahwa sapi sendiri merupakan komoditas hewan yang harganya cukup stabil. Belum lagi susu yang dihasilkan menjadi minuman favorit dan sekaligus banyak dijadikan sebagai bahan membuat berbagai olahan minuman dan olahan makanan.


Tidak banyak yang tahu bahwa di negara kita Indonesia ini memiliki kebutuhan akan susu sapi lebih tinggi dibandingkan dengan ketersediaannya. Namun memang masyarakat lebih menyukai mengkonsumsi susu yang telah diolah pabrik daripada mengkonsumsi susu segar yang baru diperah. Alhasil banyak peternak sapi perah yang menjual susu-susu segar ke pabrik-pabrik. Akan tetapi seperti pada pernyataan awal bahwa di Indonesia sendiri belum banyak ternak sapi terutama sapi perah sehingga belum bisa mencukupi kebutuhan konsumen, begitu juga dengan kebutuhan pabrik-pabrik pengolah susu.
Para pengusaha yang membudidayakan sapi perah di Indonesia hanya mampu memasok kebutuhan susu sebesar 40%, sedangkan yang 60% nya dicukupi dengan mengimpor susu dari luar. Melihat fakta-fakta seperti, memang benar apabila beternak sapi perah bisa menjadi pilihan bisnis yang tepat dan menjanjikan. Untuk memulai usaha ternak sapi khususnya sapi perah, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan.

1.    Pemilihan Bibit
Untuk merintis usaha ternak sapi terutama sapi perah, anda harus memperhatikan dan teliti dalam memilih bibit. Berikut syarat yang harus anda perhatikan saat pemilihan bibit untuk ternak sapi perah.
Bibit sapi perah betina:
-      Mampu menghasilkan susu yang tinggi/banyak.
-      Berusia sekitar 3,5 tahun hingga 4,5 tahun.
-      Sudah pernah beranak.
-      Memiliki mata yang bersih dengan punggung yang lurus dan jarak antara kaki depan dengan kaki belakang lebar.
-      Memiliki 4 puting susu yang letaknya simetris dan memiliki ukuran yang tidak terlalu pendek.
-      Tidak terkena penyakit.
-      Mampu beranak setiap tahun.
-      Tidak terdapat cacat di tubuh.
Bibit sapi perah jantan:
-      Berusia 4 hingga 5 tahun.
-      Tingkat kesuburannya tinggi.
-      Mempunyai badan yang kuat dan kokoh.
-      Ukuran kepalanya lebar dengan leher yang besar dan punggung yang kuat.
-      Mempunyai dada yang lebar dan jarak antar tulang rusuk yang lebar.
-      Berbadan besar dan bebas dari penyakit.
-      Tidak terdapat cacat dalam tubuh.

2.    Pemberian Pakan
Dalam melakukan usaha ternak sapi, pemberian pakan kepada hewan ternak tidak boleh terlewatkan. Pemberian pakan pada sapi perah dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan model penggembalaan, keraman, atau kombinasi keduanya. Pakan untuk sapi perah berupa rerumputan hijau dan konsentrat. Rerumputan hijau diberikan setiap hari dengan takaran 10% dari berat badan sapi sedangkan konsentrat diberikan setiap pagi dan sore dengan takaran 1-2 kg/ekor setiap harinya. Setiap pagi maupun sore anda dapat menggembala sapi perah untuk mencari makan sendiri sekaligus untuk memperkuat kaki sapi. Menggembala sapi keluar juga dapat membantu sapi agar tidak stress karena berada di kandang terus.

3.    Perawatan Kandang
Beternak hewan terutama ternak sapi anda harus memelihara kebersihan kandang. Buanglah kotoran dengan ditimbun ditempat lain supaya mengalami proses fermentasi kurang lebih selama 1 - 2 minggu. Sehingga bisa berubah menjadi pupuk kandang yang baik dan sudah matang. kandang sapi tidak boleh tertutup rapat sedikit agak terbuka supaya sirkulasi udara didalamnya lancar. Kemudian air minum yang bersih harus tersedia setiap saat. Tempat makan dan minum sebaiknya dibuat diluar kandang namun masih di bawah atap. Tempat pakan dibuat agar lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak atau tercampur dengan kotoran. Sementara tempat minum sebaiknya dibuat permanen yang dibuat lebih tinggi dari permukaan lantai.

Description : Ternak sapi perah di Indonesia terbilang masih sedikit. Untuk itu jika anda ingin membuka usaha atau berbisnis dengan beternak sapi perah merupakan pilihan yang tepat, karena cukup menjanjikan.

Postingan populer dari blog ini

Cara Menyemai Padi Dengan Jaring Lebih Hemat Tenaga hingga 80%

Alternatif Ternak Kambing Tanpa Rumput