Home / kroto / pakan burung / peternakan / Beternak Kroto Atau Semut Rangrang Yang Mudah

Beternak Kroto Atau Semut Rangrang Yang Mudah

Kroto atau yang lebih dikenal dengan semut rangrang merupakan salah satu hewan yang terorganisir dan pemberani. Semut rangrang biasanya hidup berkoloni (berkelompok) dengan kelompoknya.



Seperti di film-film anak, dalam sekelompoknya semut rangrang ini ada yang berperan sebagai semut ratu, semut pekerja, semut prajurit, dan semut betina. Mereka saling membantu dan bekerjasama satu sama lain demi mempertahankan hidup dan melanjutkan keturunan dengan menghasilkan telur. Semut rangrang juga memiliki kemampuan untuk melumpukan lawan atau mangsanya. Selain itu semut rangrang merupakan hewan yang agresif, aktif, dan suka ketinggian. Secara biologis kroto memiliki habitat asli di alam bebas dengan membuat sarang dipepohonan. Namun seiring waktu dan perkembangan zaman kini banyak yang mencoba melakukan ternak kroto. Ada berbagai metode ternak kroto diantaranya metode semi alam dengan memakai pohon, media toples, media paralon, media pipa, media botol minuman, dan media besek.
Peternak kroto yang cerdik tidak akan memanen kroto setiap masa panen atau setiap kali siklus panen. Ada periode tertentu dimana telur semut tidak di panen, agar menetas dan menghasilkan koloni-koloni semut rangrang yang baru. Ini merupakan kunci utama cara budidaya kroto, tentunya hal ini dilakukan supaya produktifitas dan kualitas kroto yang dihasilkan tetap optimal. Ternak kroto tidaklah sulit, jika anda berniat untuk melakukan budidaya kroto, ikutilah kiat-kiat dibawah ini.

Tata Cara Budidaya Kroto

Media yang sering digunakan untuk ternak kroto adalah toples, namun tidak menutup kemungkinan dengan menggunakan media lain seperti paralon maupun bambu. Namun jika dilihat dari berbagai fungsi serta yang mudah didapatkan, maka banyak peternak kroto yang menggunakan toples. Ada 4 tahap cara budidaya kroto dengan menggunakan toples.
Yang harus dilakukan pertama kali saat ternak kroto adalah membuat media sarang bagi koloni semut tersebut agar mau bertelur. Jika anda menggunakan toples, maka lubangi toples tersebut dibagian bawah dengan diameter 5-7 cm, kemudian ditutup dengan lakban. Langkang yang kedua adalah setelah anda mendapatkan bibit koloni semut rangrang dari pohon alam bebas, masukkan ke dalam toples tadi lalu tutup dengan rapat. Dalam proses mencari bibit usahakan mendapat koloni yang lengkap, hal ini dilakukan supaya semut dapat bertelur dengan sempurna.
Tahap ketiga dalam ternak kroto adalah menyiapkan nampan plastik datar, kemudian isilah nampan tersebut dengan air hingga setinggi setengah dari tinggi sisi nampan. Kemudian taruhlah batu bata yang permukaannya datar di tengah-tengah nampan yang berisi air tersebut. Tujuan pemberian air ini adalah supaya semut tidak kabur saat dipindahkan ke lokasi tersebut. Tahap keempat atau tahap yang terakhir adalah setelah menyiapkan nampan berisi air tadi taruhlah toples diatas batu bata tadi. Dengan posisi yang terbalik, yang berlakban ditaruh atas. Kemudian apabila posisi sudah benar-benar tegak lepaskan, dan bukalah lakban tadi supaya semut bebas mencari makan.

Cara Memberi Makan dalam Ternak Kroto

Setelah semua pembuatan media budidaya kroto, langkah selanjutnya dalam ternak kroto adalah memberi pakan. Makanan kroto biasanya berupa serangga mati seperti ulat, belalang, kecoa, jangkrik, atau sisa-sisa makanan. Namun apabila anda ingin budidaya kroto cepat bertelur yang perlu anda lakukan adalah menambah madu sebagai pakannya. Karena kroto membutuhkan nutrisi juga, dan madu merupakan salah satu pakan kroto yang memiliki nutrisi. Selain itu juga anda juga perlu menjaga pemasokan pakan kroto tersebut, dengan begitu dalam waktu 2-3 bulan anda sudah bisa memanen kroto tersebut.
Description : Ternak kroto kini telah menjadi hobi tersendiri bagi kaum adam. Cara budidaya kroto memang mudah, namun anda harus tetap memperhatikan karena ternak kroto tidak berjalan lancar apabila bibit kroto tidak sempurna dalam satu koloni.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.